Bagaimana Menyiapkan Susu Formula Bayi dan Menyusui Bayi Anda

(Video diunggah 01/22)

Transkrip

Judul: Bagaimana Menyiapkan Susu Formula Bayi dan Menyusui Bayi Anda

Narator:  Bagaimana menyiapkan susu formula bayi dan menyusui bayi Anda

Narator: Persiapan susu formula yang benar merupakan hal penting untuk asupan nutrisi bayi dan meminimalisir infeksi bakteri

Judul: Mempersiapkan Susu Formula Bayi

Narator: Mempersiapkan susu formula bayi

Skenario: Ayah menyalakan teko elektrik untuk merebus air

Subjudul: Rebus air hingga mendidih

Narator: Pertama, rebus air hingga mendidih. Ketika menggunakan teko elektrik, tunggu sampai mati secara otomatis. Kemudian biarkan air sejuk selama tidak lebih dari 30 menit, sehingga suhu akhir airtidak kurang dari 70 ℃.

Skenario: Ayah menggunakan handuk untuk membersihkan area persiapan dan mencuci tangannya dengan air dan sabun. Kemudian mengeringkan tangannya dengan handuk bersih.

Subjudul: Bersihkan dan disinfeksi area tersebut

Narator: Bersihkan area di mana Anda akan mempersiapkan susu

Subjudul: Bersihkan tangan Anda

Narator: Kemudian, cuci tangan Anda secara menyeluruh dengan sabun dan air dan keringkan dengan menggunakan handuk.

Skenario: Ayah mengeluarkan botol dari alat sterilisasi botol dan membuang sisa air.

Narator: Ambil botol dari alat sterilisasi botol dan buang air berlebih dari botol dan dot. Bilas botol dan dot dengan air mendidih jika disterilisasikan dengan bahan kimia.

Skenario: Ayah menuang air ke botol

Subjudul: Tuangkan jumlah yang sesuai dari air rebusan (tidak kurang dari 70 ℃)

Narator: Tuang jumlah air rebusan yang sesuai, yang tidak kurang dari 70 ℃, ke dalam botol

Skenario: Ayah mengeluarkan sekaleng susu formula

Subjudul: Tambahkan jumlah bubuk susu formula yang akurat

Narator: Tambahkan jumlah bubuk formula yang tepat ke dalam air seperti yang dijelaskan di label. Menambahkan terlalu banyak bubuk susu dapat menyebabkan dehidrasi. Sebaliknya, kurangnya bubuk susu akan menyebabkan nutrisi yang tidak memadai.

Skenario: Ayah mengambil sendok takar dari dalam kaleng. Ia mengisi sendok dengan bubuk susu formula secara longgar dan meratakannya menggunakan pinggir datar dari pisau kering yang bersih.

Narator: Isi secara longgar sendok yang disediakan dari kaleng dengan bubuk susu formula. Ratakan dengan pinggir datar dari pisau kering yang bersih. Jangan menekan bubuk susu.

Skenario: Ayah memasangkan dot dan tutupnya ke botol.

Narator: Pasang dot dan tutup ke botol.

Skenario: Ayah mengocok atau memutar botol sampai bubuk susu larut
seluruhnya.

Subjudul: Kocok untuk melarutkan bubuk

Narator: Kocok atau putar botol dengan perlahan sampai bubuk susu larut seluruhnya.

Skenario: Ayah meletakan separuh bagian bawah botol di bawah air yang
mengalir; ayah meletakan separuh bagian bawah botol pada baskom air dingin.

Subjudul: Membuat susu sejuk.

Narator: Kemudian, buat susu sejuk dengan cepat ke suhu yang sesuai untuk menyusui. Letakan separuh bagian bawah botol di bawah air keran yang mengalir atau meletakannya dalam baskom air dingin.

Skenario: Ayah mengeringkan permukaan botol dengan tisu bersih.

Narator: Kemudian, keringkan permukaan botol.

Skenario: Ayah meneteskan beberapa tetes susu ke pergelangan tangannya untu memeriksa suhunya.

Subjudul: Periksa suhunya

Narator: Teteskan beberapa tetes susu ke pergelangan tangan Anda untuk memastikan suhunya sesuai untuk menyusui.

Judul: Menyusui Bayi Anda dengan Botol

Narator: Menyusui bayi Anda dengan botol.

Skenario: Ayah menggendong bayi

Narator: Ketika menyusui, gendong bayi Anda, kepalanya lebih tinggi dari
badannya.

Skenario: Ayah memiringkan botol dan perlahan menyentuh mulut bayi dengan dot.

Narator: Secara lembut sentuh mulut bayi dengan dot dan ia akan menolehkan kepalanya ke dot.

Subjudul: Miringkan botol

Narator: Jaga agar botol miring supaya susu menutupi dot. Hal ini mencegah bayi menelan udara selama menghisap.

Skenario: Bayi menunjukan tanda-tanda kenyang

Subjudul: Berhenti menyusui ketika bayi menunjukan tanda kenyang

Narator: Berhenti menyusui ketika bayi menunjukan tanda kenyang, sebagai contoh, ketika isapannya melambat, bila ia berhenti mengisap, atau bahkan berpaling dari botol.

Skenario: Sisa susu di botol

Subjudul: Buang susu yang tersisa.

Narator: Susu yang tersisa harus dibuang. Jangan gunakan kembali susu
yang tidak habis. Jangan pernah tinggalkan bayi menyusu sendiri dengan botol disangga dengan handuk atau bantal. Hal ini dapat menyebabkan tersedak atau meningkatkan risiko mati lemas.

Skenario: Gambar gigi yang rusak

Subjudul: Gigi yang rusak

Narator: Tidur dengan botol dalam mulut dapat menyebabkan kerusakan gigi di kemudian hari.

Judul: Menyendawakan Bayi Anda

Narator: Menyendawakan Bayi Anda.

Skenario: Ketika bayi menghabiskan susunya, ayah menggendongnya berdiri tegak.

Narator: Sendawakan bayi Anda ketika ia selesai menyusui. Hal ini dapat mencegahnya memuntahkan susu setelah menyusu. Anda juga dapat menyendawakannya ketika dia berhenti sejenak selama menyusu. Terdapat dua cara untuk bersendawa;

Skenario: Ayah menggendong bayi berdiri tegak dan menyangga kepalanya pada bahunya ketika ia dengan lembut menepuk atau menggosok punggungnya.

Narator: Gendong bayi berdiri tegak, dan sangga kepalanya pada bahu Anda sambil menepuk atau menggosok punggungnya dengan lembut selama beberapa menit.

Skenario: Ayah mendudukan bayi pada pangkuannya, menyangga dada dan kepalanya dengan satu tangan sambil dengan lembut menepuk atau menggosok punggungnya dengan tangan yang lain.

Narator: Sebagai alternatif, dudukan bayi pada pangkuan Anda, sangga dada dan kepalanya dengan satu tangan sementara Anda menepuk atau menggosok punggungnya dengan tangan yang lain selama beberapa menit.

Skenario: Ayah menjaga bayi pada posisi tegak berdiri.

Narator: Setelah menyusu, menggendong bayi dan menjaganya dalam posisi berdiri tegak selama 10 sampai 20 menit dapat mencegah muntahnya susu.

End Shot: Logo Departemen Kesehatan

Departemen Kesehatan memiliki hak cipta atas video digital ini.
Video digital ini diproduksi hanya untuk penggunaan nonkomersial.
Tidak boleh disewakan, dijual, atau dengan cara lain digunakan untuk tujuan menghasilkan laba.
Diproduksi pada tahun 2015