Informasi Mengenai Pemakaian Kondom yang Tepat

(Konten direvisi pada 12/2019)

Kondom

  • Kondom adalah selubung karet yang dipakai di seluruh penis yang sudah menegang/ ereksi untuk mencegah sperma memasuki rahim wanita. Sebagian besar kondom dibuat dari lateks.
  • Kondom harus dipakai di seluruh bagian penis yang sudah ereksi sebelum melakukan hubungan seksual. Kondom berfungsi sebagai penghalang yang mencegah masuknya sperma ke vagina, dengan demikian dapat mencegah kehamilan.
  • Jika pemakaian kondom benar, hal itu akan mencegah 87% sampai 98% kehamilan.
  • Pemakaian kondom dapat dilakukan sendiri atau diikuti dengan metode-metode kontrasepsi lainnya seperti pil kontrasepsi, suntik kontrasepsi atau spiral agar mendapatkan hasil kontrasepsi yang lebih tinggi.
  • Orang yang alergi dengan bahan lateks dapat memakai kondom yang terbuat dari bahan poliuretan.

Kelebihan

  • Mudah untuk dipakai dan cocok untuk banyak orang.
  • Memakai kondom dapat mengurangi risiko tertular penyakit seksual termasuk Human Immunodeficiency Virus/ virus yang dapat menyebabkan menurunnya imun tubuh (HIV).

Kekurangan

  • Kondom harus dipakai dengan benar pada setiap kegiatan hubungan intim; jika tidak keefektifan alat kontrasepsi akan berkurang.
  • Pelumas yang ada pada kondom dapat menyebabkan iritasi.
  • Mudah robek jika terkena jari, kuku jari, cincin dan benda-benda tajam.

Pemakaian kondom yang benar

Langkah 1: Gunakan kondom yang baru dan berkualitas baik untuk setiap kali melakukan hubungan seksual.

Langkah 2: Periksa tanggal kadaluwarsa dan kemasan yang tidak rusak sebelum digunakan.

Langkah 3: Keluarkan kondom dari kemasannya. Jangan gunakan gunting dan berhati-hatilah agar tidak merobeknya ketika menariknya keluar.

Langkah 4: Pakai kondom pada penis sebelum terjadi kontak genitis.

Langkah 5: Dengan hati-hati, tekan bagian ujung kondom untuk mengeluarkan udara. Karena hal ini akan memberikan ruang untuk sperma setelah ejakulasi.

Langkah 6: Pasang kondom di ujung penis yang sudah ereksi dengan satu tangan. Buka gulungan kondom mengarah ke bawah ke dasar penis yang sudah ereksi dengan tangan yang lainnya.

Langkah 7: Gunakan hanya pelumas berbahan dasar air, contoh; Agar-agar KY. Pelumas berbahan dasar minyak, seperti; minyak bayi, vaselin, dapat menyebabkan kondom rusak/sobek.

Langkah 8: Setelah ejakulasi dan sebelum penis melunak, pegang ujung bagian luar kondom dan tarik dengan hati-hati. Genggam ujung bagian luar kondom selama penarikan dan jaga agar tidak menumpahkan cairan sperma.

Langkah 9: Buang kondom yang sudah dipakai dengan benar.

Langkah 10: Jika kondom rusak/sobek atau bergeser selama hubungan intim berlangsung, Anda harus mencari saran medis untuk mencegah kehamilan darurat (kontrasepsi darurat) sesegera mungkin.

Catatan

  • Memakai Kondom dapat mengurangi risiko tertular penyakit seksual termasuk Human Immunodeficiency Virus/ virus yang dapat menyebabkan menurunnya imun tubuh (HIV).
  • Anda harus memakai kondom dengan benar di setiap kegiatan hubungan intim untuk keefektifan dampak kontrasepsi.
  • Jika kondom rusak/sobek atau bergeser selama hubungan intim berlangsung, Anda harus mencari saran medis untuk kontrasepsi darurat sesegera mungkin.